Titrasi adalah salah satu teknik analisis kimia kuantitatif yang paling fundamental dan sering ditemui di laboratorium kimia. Di kelas 11 semester 2, materi titrasi menjadi fokus penting, karena menguji pemahaman siswa tentang stoikiometri, larutan, dan konsep kesetimbangan. Keberhasilan dalam memahami dan menyelesaikan soal-soal titrasi akan sangat membantu dalam ujian dan praktikum kimia.
Artikel ini akan mengupas tuntas berbagai jenis soal titrasi yang umum muncul di tingkat SMA, khususnya kelas 11 semester 2. Kita akan membahas konsep dasar titrasi, jenis-jenisnya, serta menyajikan contoh soal yang bervariasi dengan penjelasan langkah demi langkah yang rinci. Tujuannya adalah agar siswa dapat menguasai materi ini dengan percaya diri.
Memahami Dasar-Dasar Titrasi
Sebelum melangkah ke contoh soal, mari kita segarkan kembali pemahaman kita tentang konsep-konsep kunci dalam titrasi:
- Titrasi: Proses penentuan konsentrasi suatu larutan (analit) dengan mereaksikannya dengan larutan lain yang konsentrasinya diketahui (titer) hingga tercapai titik ekivalen.
- Analit: Zat yang konsentrasinya ingin diketahui.
- Titer (Standar): Larutan yang konsentrasinya sudah diketahui secara akurat.
- Indikator: Zat yang ditambahkan untuk menandai tercapainya titik akhir titrasi. Indikator akan mengalami perubahan warna pada rentang pH tertentu.
- Titik Ekuivalen: Titik teoritis dalam titrasi di mana jumlah mol zat terlarut dalam analit sama dengan jumlah mol zat terlarut dalam titer yang ditambahkan, sesuai dengan perbandingan stoikiometri reaksi.
- Titik Akhir Titrasi: Titik praktis dalam titrasi di mana indikator mengalami perubahan warna yang terlihat. Titik akhir titrasi seharusnya sedekat mungkin dengan titik ekivalen.
- Volume Titran: Volume titer yang dibutuhkan untuk mencapai titik akhir titrasi.
Jenis-Jenis Titrasi yang Umum
Di tingkat SMA, kita biasanya mempelajari beberapa jenis titrasi, yang paling umum adalah:
-
Titrasi Asam-Basa: Melibatkan reaksi antara asam dan basa.
- Contoh: Asam kuat dengan basa kuat (misal: HCl dengan NaOH).
- Contoh: Asam lemah dengan basa kuat (misal: CH₃COOH dengan NaOH).
- Contoh: Asam kuat dengan basa lemah (misal: HCl dengan NH₃).
- Indikator yang umum digunakan: Fenolftalein (PP), Metil Merah (MM), Metil Jingga (MJ).
-
Titrasi Redoks (Oksidasi-Reduksi): Melibatkan reaksi transfer elektron antara zat pengoksidasi dan zat pereduksi.
- Contoh: Titrasi KMnO₄ (sebagai pengoksidasi) dengan larutan asam oksalat (sebagai pereduksi).
- Indikator yang umum digunakan: Seringkali tidak memerlukan indikator eksternal karena salah satu reaktan (misalnya KMnO₄) sudah berwarna kuat dan berfungsi sebagai indikator.
Rumus Penting dalam Titrasi
Rumus dasar yang sering digunakan dalam soal titrasi adalah:
-
Hubungan mol, molaritas, dan volume:
$n = M times V$
di mana:
$n$ = jumlah mol (mol)
$M$ = molaritas (mol/L)
$V$ = volume (L) -
Persamaan Titrasi (untuk titrasi asam-basa):
$M_a times V_a times n_a = M_b times V_b times n_b$
di mana:
$M_a$ = molaritas asam (mol/L)
$V_a$ = volume asam (mL atau L)
$n_a$ = valensi asam (jumlah ion H⁺ yang dilepaskan)
$M_b$ = molaritas basa (mol/L)
$V_b$ = volume basa (mL atau L)
$n_b$ = valensi basa (jumlah ion OH⁻ yang dilepaskan)Catatan: Persamaan ini hanya berlaku untuk reaksi asam kuat-basa kuat. Untuk asam lemah atau basa lemah, valensi harus disesuaikan dengan perbandingan stoikiometri reaksi yang sebenarnya.
-
Untuk titrasi redoks: Kita perlu menyeimbangkan reaksi redoks terlebih dahulu, lalu menggunakan perbandingan stoikiometri antara zat pengoksidasi dan zat pereduksi.
Contoh Soal dan Pembahasannya
Mari kita mulai dengan berbagai contoh soal titrasi yang sering muncul.
Contoh Soal 1: Titrasi Asam Kuat dengan Basa Kuat
Sebanyak 25 mL larutan asam sulfat (H₂SO₄) dititrasi dengan larutan natrium hidroksida (NaOH) 0,1 M. Untuk mencapai titik akhir titrasi, dibutuhkan volume NaOH sebanyak 50 mL. Berapakah molaritas larutan asam sulfat tersebut?
Diketahui:
- $V_asam = 25$ mL
- $M_basa = 0,1$ M
- $V_basa = 50$ mL
Ditanya: $M_asam$?
Pembahasan:
-
Tulis persamaan reaksi setara:
Reaksi antara asam sulfat (H₂SO₄) dan natrium hidroksida (NaOH) adalah:
$H_2SO_4 (aq) + 2NaOH (aq) rightarrow Na_2SO_4 (aq) + 2H_2O (l)$ -
Identifikasi valensi asam dan basa:
- H₂SO₄ adalah asam kuat, melepaskan 2 ion H⁺. Jadi, $n_a = 2$.
- NaOH adalah basa kuat, melepaskan 1 ion OH⁻. Jadi, $n_b = 1$.
-
Gunakan rumus titrasi:
Karena ini adalah titrasi asam kuat-basa kuat, kita bisa menggunakan persamaan umum:
$M_a times V_a times n_a = M_b times V_b times n_b$ -
Masukkan nilai yang diketahui dan selesaikan:
$Masam times 25 text mL times 2 = 0,1 text M times 50 text mL times 1$
$Masam times 50 = 5$
$Masam = frac550$
$Masam = 0,1$ M
Jadi, molaritas larutan asam sulfat tersebut adalah 0,1 M.
Contoh Soal 2: Titrasi Asam Lemah dengan Basa Kuat
Sebanyak 20 mL larutan asam asetat (CH₃COOH) 0,2 M dititrasi dengan larutan natrium hidroksida (NaOH) 0,1 M. Jika dibutuhkan volume NaOH sebanyak 40 mL untuk mencapai titik akhir, berapakah pH larutan asam asetat tersebut pada titik ekivalen? (Ka CH₃COOH = 1,8 x 10⁻⁵)
Diketahui:
- $V_asam = 20$ mL
- $M_asam = 0,2$ M
- $M_basa = 0,1$ M
- $V_basa = 40$ mL
- Ka CH₃COOH = 1,8 x 10⁻⁵
Ditanya: pH pada titik ekivalen?
Pembahasan:
-
Tulis persamaan reaksi setara:
$CH_3COOH (aq) + NaOH (aq) rightarrow CH_3COONa (aq) + H_2O (l)$ -
Hitung mol asam dan basa yang bereaksi:
- Mol CH₃COOH = $M times V = 0,2 text M times 20 text mL = 4$ mmol
- Mol NaOH = $M times V = 0,1 text M times 40 text mL = 4$ mmol
-
Analisis pada titik ekivalen:
Pada titik ekivalen, jumlah mol asam lemah = jumlah mol basa kuat yang ditambahkan, dan keduanya habis bereaksi. Produknya adalah garam CH₃COONa.
$CH_3COOH + NaOH rightarrow CH_3COONa + H_2O$
4 mmol 4 mmol 4 mmolGaram CH₃COONa bersifat basa karena anion asetat (CH₃COO⁻) berasal dari asam lemah. Anion ini akan terhidrolisis dalam air:
$CH_3COO^-(aq) + H_2O(l) rightleftharpoons CH_3COOH(aq) + OH^-(aq)$ -
Hitung konsentrasi garam pada titik ekivalen:
Volume total larutan pada titik ekivalen = $Vasam + Vbasa = 20 text mL + 40 text mL = 60$ mL.
Konsentrasi CH₃COONa = $fractextmol garamtextVolume total = frac4 text mmol60 text mL = frac115$ M. -
Hitung konsentrasi OH⁻ dari hidrolisis garam:
Untuk hidrolisis anion, kita gunakan konstanta hidrolisis $K_h$. Hubungan antara $K_a$, $K_b$, dan $K_w$ adalah $K_w = K_a times K_b$. Untuk hidrolisis anion dari asam lemah, $K_h = K_b$.
$K_h = fracK_wK_a = frac10^-141,8 times 10^-5 = frac11,8 times 10^-9$.Dalam reaksi hidrolisis:
$CH_3COO^-(aq) + H_2O(l) rightleftharpoons CH_3COOH(aq) + OH^-(aq)$
Awal: $quad frac115$ M 0 0
Reaksi: $-x$ $+x$ $+x$
Setimbang: $frac115 – x$ $x$ $x$$K_h = frac = fracx times xfrac115 – x$
Karena $x$ diasumsikan kecil dibandingkan $frac115$, maka $frac115 – x approx frac115$.
$frac11,8 times 10^-9 = fracx^2frac115$
$x^2 = frac11,8 times 10^-9 times frac115 = frac127 times 10^-9$
$x = sqrtfrac127 times 10^-9 = sqrtfrac1027 times 10^-10 = sqrtfrac1027 times 10^-5$
$sqrtfrac1027 approx sqrt0,37 approx 0,608$
$x = approx 0,608 times 10^-5$ M. -
Hitung pOH dan pH:
$pOH = -log = -log(0,608 times 10^-5)$
$pOH = 5 – log(0,608) approx 5 – (-0,216) = 5,216$
$pH = 14 – pOH = 14 – 5,216 = 8,784$
Jadi, pH larutan asam asetat pada titik ekivalen adalah sekitar 8,784. (Titik ekivalen titrasi asam lemah dengan basa kuat bersifat basa).
Contoh Soal 3: Titrasi Redoks
Sebanyak 25 mL larutan $FeSO_4$ direaksikan dengan larutan $KMnO_4$ 0,02 M dalam suasana asam. Untuk mencapai titik akhir, dibutuhkan volume $KMnO_4$ sebanyak 20 mL. Hitunglah molaritas larutan $FeSO_4$ tersebut!
Diketahui:
- $V_FeSO_4 = 25$ mL
- $M_KMnO_4 = 0,02$ M
- $V_KMnO_4 = 20$ mL
Ditanya: $M_FeSO_4$?
Pembahasan:
-
Tuliskan reaksi redoks yang setara:
Dalam suasana asam, $KMnO_4$ akan tereduksi menjadi $Mn^2+$, sedangkan $FeSO_4$ akan teroksidasi menjadi $Fe_2(SO_4)_3$.
Reaksi setengah reaksi:- Oksidasi: $Fe^2+ rightarrow Fe^3+ + e^-$
- Reduksi: $MnO_4^- + 8H^+ + 5e^- rightarrow Mn^2+ + 4H_2O$
Untuk menyetarakan elektron, kalikan reaksi oksidasi dengan 5:
$5Fe^2+ rightarrow 5Fe^3+ + 5e^-$Jumlahkan kedua reaksi setengah reaksi:
$5Fe^2+ + MnO_4^- + 8H^+ rightarrow 5Fe^3+ + Mn^2+ + 4H_2O$Persamaan setara dalam bentuk molekul:
$5FeSO_4 (aq) + KMnO_4 (aq) + 4H_2SO_4 (aq) rightarrow frac52Fe_2(SO_4)_3 (aq) + MnSO_4 (aq) + 4H_2O (l)$
Atau, agar koefisiennya bulat:
$10FeSO_4 (aq) + 2KMnO_4 (aq) + 8H_2SO_4 (aq) rightarrow 5Fe_2(SO_4)_3 (aq) + 2MnSO_4 (aq) + 8H_2O (l)$Namun, dalam titrasi, yang penting adalah perbandingan mol antara spesi yang terlibat dalam reaksi redoksnya. Dari reaksi setengah reaksi yang sudah setara berdasarkan transfer elektron, kita dapatkan perbandingan mol:
$5$ mol $Fe^2+$ bereaksi dengan $1$ mol $MnO_4^-$ -
Hitung mol $KMnO_4$ yang digunakan:
Mol $KMnO4$ = $MKMnO4 times VKMnO_4$
Mol $KMnO_4$ = $0,02 text M times 20 text mL = 0,4$ mmol -
Hitung mol $FeSO_4$ berdasarkan perbandingan stoikiometri:
Dari reaksi: $5$ mol $Fe^2+$ ~ $1$ mol $MnO_4^-$
Maka, mol $Fe^2+$ = $5 times$ mol $MnO_4^-$
Mol $FeSO_4$ (yang mengandung $Fe^2+$) = $5 times 0,4$ mmol = $2$ mmol -
Hitung molaritas $FeSO_4$:
$M_FeSO_4 = fractextmol FeSO4VFeSO_4 = frac2 text mmol25 text mL = 0,08$ M
Jadi, molaritas larutan $FeSO_4$ tersebut adalah 0,08 M.
Contoh Soal 4: Menentukan Konsentrasi dari Data Percobaan
Dalam sebuah percobaan titrasi, larutan NaOH sebanyak 25 mL dititrasi dengan larutan HCl. Data percobaan yang diperoleh adalah sebagai berikut:
| Percobaan | Volume NaOH (mL) | Volume HCl (mL) |
|---|---|---|
| 1 | 25 | 10,5 |
| 2 | 25 | 10,1 |
| 3 | 25 | 10,3 |
Jika konsentrasi larutan NaOH adalah 0,2 M, tentukan konsentrasi larutan HCl!
Diketahui:
- $V_NaOH = 25$ mL (tetap untuk setiap percobaan)
- $M_NaOH = 0,2$ M
- Data volume HCl dari 3 percobaan.
Ditanya: $M_HCl$?
Pembahasan:
-
Tentukan volume rata-rata HCl yang digunakan:
Dalam percobaan titrasi, kita biasanya menggunakan data yang paling mendekati (atau rata-rata dari data yang mendekati).
Volume HCl: 10,5 mL, 10,1 mL, 10,3 mL.
Rata-rata volume HCl = $frac10,5 + 10,1 + 10,33 = frac30,93 = 10,3$ mL. -
Tulis persamaan reaksi setara:
$HCl (aq) + NaOH (aq) rightarrow NaCl (aq) + H_2O (l)$ -
Identifikasi valensi asam dan basa:
- HCl adalah asam kuat, $n_a = 1$.
- NaOH adalah basa kuat, $n_b = 1$.
-
Gunakan rumus titrasi:
$M_a times V_a times n_a = M_b times V_b times nb$
Dalam hal ini, $MHCl times VHCl times 1 = MNaOH times V_NaOH times 1$ -
Masukkan nilai yang diketahui dan selesaikan:
$MHCl times 10,3 text mL = 0,2 text M times 25 text mL$
$MHCl times 10,3 = 5$
$MHCl = frac510,3$
$MHCl approx 0,485$ M
Jadi, konsentrasi larutan HCl adalah sekitar 0,485 M.
Contoh Soal 5: Menentukan Kemurnian Zat
Sebanyak 5 gram sampel yang mengandung asam oksalat ($H_2C_2O_4$) ditimbang, dilarutkan dalam air hingga volume 100 mL. Sebanyak 25 mL larutan sampel tersebut dititrasi dengan larutan $KMnO_4$ 0,1 M dalam suasana asam. Diketahui reaksi setara:
$2KMnO_4 + 5H_2C_2O_4 + 3H_2SO_4 rightarrow K_2SO_4 + 2MnSO_4 + 10CO_2 + 8H_2O$
Jika dibutuhkan 20 mL larutan $KMnO_4$ untuk mencapai titik akhir, hitung persentase kemurnian asam oksalat dalam sampel! (Ar H=1, C=12, O=16)
Diketahui:
- Massa sampel = 5 gram
- Volume larutan sampel = 100 mL
- Volume sampel yang dititrasi = 25 mL
- $M_KMnO_4 = 0,1$ M
- $V_KMnO_4 = 20$ mL
- Reaksi setara: $2KMnO_4 + 5H_2C_2O_4 rightarrow dots$
- Ar H=1, C=12, O=16
Ditanya: Persentase kemurnian $H_2C_2O_4$?
Pembahasan:
-
Hitung mol $KMnO_4$ yang digunakan:
Mol $KMnO4$ = $MKMnO4 times VKMnO_4$
Mol $KMnO_4$ = $0,1 text M times 20 text mL = 2$ mmol -
Hitung mol $H_2C_2O_4$ dalam 25 mL sampel berdasarkan perbandingan stoikiometri:
Dari reaksi: $2$ mol $KMnO_4$ bereaksi dengan $5$ mol $H_2C_2O_4$.
Maka, mol $H_2C_2O_4$ dalam 25 mL = $frac52 times$ mol $KMnO_4$
Mol $H_2C_2O_4$ dalam 25 mL = $frac52 times 2$ mmol = $5$ mmol -
Hitung mol $H_2C_2O_4$ dalam 100 mL larutan sampel:
Jika dalam 25 mL terdapat 5 mmol $H_2C_2O_4$, maka dalam 100 mL (yang merupakan 4 kali volume sampel yang dititrasi) terdapat:
Mol $H_2C_2O_4$ dalam 100 mL = $5 text mmol times frac100 text mL25 text mL = 5 text mmol times 4 = 20$ mmol -
Hitung massa murni $H_2C_2O_4$ dalam sampel:
Hitung Mr $H_2C_2O_4$:
Mr $H_2C_2O_4 = (2 times Ar H) + (2 times Ar C) + (4 times Ar O)$
Mr $H_2C_2O_4 = (2 times 1) + (2 times 12) + (4 times 16)$
Mr $H_2C_2O_4 = 2 + 24 + 64 = 90$ g/mol.Massa murni $H_2C_2O_4$ = mol $times$ Mr
Massa murni $H_2C_2O_4$ = $20$ mmol $times 90$ g/mol = $0,020$ mol $times 90$ g/mol = $1,8$ gram. -
Hitung persentase kemurnian:
Persentase kemurnian = $fractextMassa murni zattextMassa sampel times 100%$
Persentase kemurnian = $frac1,8 text gram5 text gram times 100%$
Persentase kemurnian = $0,36 times 100% = 36%$
Jadi, persentase kemurnian asam oksalat dalam sampel adalah 36%.
Tips Sukses Menyelesaikan Soal Titrasi
- Pahami Konsep Stoikiometri: Titrasi sangat bergantung pada perbandingan mol antara reaktan. Pastikan Anda memahami cara menghitung mol dari molaritas dan volume, serta menggunakan perbandingan stoikiometri dari reaksi yang setara.
- Tulis Persamaan Reaksi Setara: Ini adalah langkah krusial. Tanpa persamaan reaksi yang setara, Anda tidak akan mendapatkan perbandingan mol yang benar.
- Perhatikan Jenis Asam/Basa: Asam kuat-basa kuat, asam lemah-basa kuat, dan asam kuat-basa lemah memiliki karakteristik titik ekivalen yang berbeda dan memerlukan pendekatan yang sedikit berbeda, terutama saat menghitung pH.
- Gunakan Satuan yang Konsisten: Pastikan Anda menggunakan satuan volume yang konsisten (misalnya, semua dalam mL atau semua dalam L) saat melakukan perhitungan.
- Baca Soal dengan Cermat: Identifikasi informasi apa saja yang diberikan (massa, volume, molaritas, Ar/Mr) dan apa yang ditanyakan.
- Gunakan Indikator yang Tepat: Ingatlah indikator mana yang cocok untuk jenis titrasi tertentu (misalnya, PP untuk titrasi basa kuat dengan asam lemah/kuat, MM untuk titrasi asam lemah dengan basa kuat).
- Latihan, Latihan, Latihan: Semakin banyak Anda berlatih soal, semakin terbiasa Anda dengan berbagai jenis soal dan semakin cepat Anda mengidentifikasi langkah-langkah penyelesaiannya.
Kesimpulan
Titrasi adalah topik yang menantang namun sangat rewarding jika dikuasai. Dengan memahami konsep dasarnya, jenis-jenis titrasi, dan rumus-rumus yang relevan, serta berlatih dengan berbagai contoh soal seperti yang telah disajikan, siswa kelas 11 semester 2 dapat membangun fondasi yang kuat dalam analisis kimia kuantitatif. Ingatlah bahwa setiap soal titrasi adalah sebuah cerita kimia yang perlu dipecahkan langkah demi langkah, mulai dari reaksi hingga perhitungan akhir. Selamat belajar dan sukses dalam memahami titrasi!


